Kamis, 31 Desember 2009

" Jati Diri "


Dalam renungan yang sunyi
Ku mencoba mencari Jati Diri
Terkadang aku belum mengerti
Teryata orang lain lebih memahami
Dan mereka bersimpati


                                                     Di saat lain yang damai
                                                     Saya menemukan Jati Diri ini
                                                     Hingga terlihat terlalu mandiri
                                                     Giliran orang tak mengerti
                                                      Karena semua tidak berdiri sendiri
                                                            
Atas kedua penomena ini
Lantas dunia saya berdiri
Dapat saya terkucil sendiri
Atau bisa GR sendiri


                 Namun senantiasa di dalam hati
                 Keikhlasan selalu terpatri
                 Keikhlasan menjelaskan segalanya
                 Keluar memancarkan sinar
                 Menembus beton-beton syakwasangka                                                                                                                                                      
                 Orang-orang nanti juga akan mengerti
                 Mereka-mereka akan memaklumi
                 Karena waktu yang cukup arif


By      :   Akhbar

Pantun Kenangan Kekasihku



Bandung dulu baru Jakarta
Senyum dulu baru dibaca

                                                     Beribu-ribu bintang di langit
                                                     Hanya satu yang dipercaya
                                                     Beribu-ribu lelaki yang genit
                                                     Hanya akbar yang dapat di percaya

Hari ini hari kamis
Anak ayam berbaris-baris
Siang malam aku menangis
Merindukan akbar yang hitam manis

                                                     Buah jeruk, buah delima
                                                     Tulisan buruk, jangan di hina

By        : Mantan Kekasihku

Kamis, 24 Desember 2009

Kontribusi Koperasi Terhadap Perkembangan Usaha mikro, Kecil dan Menengah (UMKM)

Kontribusi koperasi dan usaha mikro, kecil dan menengah ( UMKM ) merupakan langkah yang strategis dalam meningkatkan dan memperkuat dasar kehidupan perekonomian terbesar rakyat Indonesia, khususnya melalui penyediaan lapangan kerja dan mengurangi kesenjangan serta tingkat kemiskinan yang ada. Dengan demikian kontribusi koperasi terhadap perkembangan UMKM harus terencana, sistematis dan menyeluruh dimana meliputi :

  • Penciptaan iklim usaha dalam rangka membuka kesempatan berusaha seluas-luasnya, serta menjamin kepastian usaha disertai adanya efisiensi ekonomi
  • Pengembangan sistem pendukung usaha bagi UMKM untuk meningkatkan akses kepada sumber daya produktif sehingga dapat memanfaatkan kesempatan yang terbuka dan potensi sumber daya, terutama sumber daya lokal yang tersedia
  • Pengembangan kewirausahaan dan keunggulan kompetitif usaha kecil dan menengah  (UMKM)
  • Pemberdayaan usaha skala mikro untuk meningkatkan pendapatan masyarakat yang bergerak dalam kegiatan usaha ekonomi di sektor informal yang berskala usaha mikro, terutama yang masih berstatus keluarga miskin. Selain itu, peningkatan kualitas koperasi untuk berkembang secara sehat sesuai dengan jati dirinya dan membangun efisiensi kolektif terutama bagi pengusaha mikro dan kecil.

Perkembangan peran yang dilakukan oleh usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang besar ditunjukkan oleh jumlah unit usaha dan pengusaha, serta kontribusinya terhadap pendapatan nasional, dan penyediaan lapangan kerja. Pada tahun 2003, persentase jumlah UMKM sebesar 99,9 % dari seluruh unit usaha, yang terdiri dari usaha menengah sebanyak 62,0 ribu unit usaha dan jumlah usaha kecil sebanyak 42,3 juta unit usaha yang sebagian terbesarnya berupa usaha skala mikro. UMKM telah menyerap lebih dari 79,0 juta tenaga kerja atau 99,5 % dari jumlah tenaga kerja.

Pada tahun 2004 jumlah UMKM diperkirakan telah melampaui 44 juta unit. Jumlah tenaga kerja ini meningkat rata-rata sebesar 3,10 % per tahunnya dari posisi tahun 2000. Kontribusi UMKM dalam PDB pada tahun 2003 adalah sebesar 56,7 % dari total PDB nasional, naik dari 54,5 % pada tahun 2000. Sementara itu pada tahun 2003, jumlah koperasi sebanyak 123 ribu unit dengan jumlah anggota sebanyak 27.283 ribu orang, atau meningkat masing-masing 11,8 % dan 15,4 %dari akhir tahun 2001. Berbagai hasil pelaksanaan kebijakan, program dan kegiatan pemberdayaan koperasi dan UMKM pada tahun 2004 dan 2005, ditunjukkan oleh tersusunnya berbagai rancangan peraturan perundangan yaitu : 

  1. RUU tentang penjaminan kredit UMKM
  2. RUU tentang subkontrak 
  3. RUU tentang perkreditan perbankan bagi UMKM 
  4. RPP tentang KSP
  5. Tersusunnya konsep pembentukan biro informasi kredit Indonesia   
Berkembangnya pelaksanaan unit pelayanan di berbagai kabupaten / kota dan terbentuknya forum lintas pelaku pemberdayaan UKM di daerah, terselenggaranya bantuan sertifikasi hak atas tanah kepada lebih dari 40 ribu pengusaha mikro dan kecil di 24 propinsi, berkembangnya jaringan layanan pengembangan usaha oleh BDS providers di daerah disertai terbentuknya asosiasi BDS providers Indonesia, meningkatnya kemampuan permodalan sekitar 1.500 unit KSP/USP di 416 kabupaten / kota termasuk KSP di sektor agribisnis, terbentuknya pusat promosi produk koperasi dan UMKM, serta dikembangkannya sistem insentif pengembangan UMKM berorientasi ekspor dan berbasis teknologi di bidang agroindustri. Hasil-hasil tersebut, telah mendorong peningkatan peran koperasi dan UMKM terhadap perluasan penyediaan lapangan kerja, pertumbuhan ekonomi, dan pemerataan peningkatan pendapatan.. Perkembangan UMKM yang meningkat dari segi kuantitas tersebut belum diimbangi oleh meratanya peningkatan kualitas UMKM. Permasalahan klasik yang dihadapi yaitu rendahnya produktivitas yang disebabkan oleh masalah internal yang dihadapi UMKM yaitu:   
  1. Rendahnya kualitas SDM dan UMKM dalam manajemen, organisasi, penguasaan teknologi, dan pemasaran    
  2. Lemahnya kewirausahaan dari para pelaku UMKM   
  3. Terbatasnya akses UMKM terhadap permodalan, informasi, teknologi dan pasar, serta faktor produksi lainnya.   

Bersamaan dengan masalah tersebut, koperasi dan UMKM juga menghadapi tantangan terutama yang ditimbulkan oleh pesatnya perkembangan globalisasi ekonomi dan liberalisasi perdagangan bersamaan dengan cepatnya tingkat kemajuan teknologi. Secara umum, perkembangan koperasi dan UMKM dalam tahun 2006 diperkirakan masih akan menghadapi masalah mendasar dan tantangan sebagaimana dengan tahun sebelumnya, yaitu rendahnya produktivitas, terbatasnya akses kepada sumber daya produktif, rendahnya kualitas kelembagaan dan organisasi koperasi, dan tertinggalnya kinerja koperasi.

Kontribusi koperasi terhadap perkembangan UMKM sangatlah penting karena hal ini dapat menyumbang sebagian besar jalannya perekonomian Indonesia dimana ketika terjadi krisis yang melanda di Indonesia. Untuk itu, pemerintah tidak boleh memandang sebelah koperasi. Pemerintah harus lebih peduli dengan koperasi dengan memberikan kebijakan – kebijakan yang lebih baik untuk koperasi




Senin, 02 November 2009

Solusi Masalah Pembangunan Kota Jakarta

SOLUSI MASALAH PEMBANGUNAN EKONOMI KOTA JAKARTA

Solusi Masalah Pembangunan Kota Jakarta

Untuk mengatasi permasalahan ekonomi yang ada di Kota Jakarta tersebut, khususnya seperti masalah bencana banjir yang selalu mengancam Kota Jakarta, Kemacetan Arus Lalu-Lintas, Aksi Kriminal dan Kejahatan, Kehidupan di Dunia Malam serta Urbanisasi dan Kemiskinan yang terjadi di Kota Jakarta. Oleh karena itu kami akan mencari solusi dari setiap masalah-masalah yang ada diatas. Pertama dari masalah Bencana Banjir yang selalu menyusahkan masyarakat Jakarta. Banyak ide yang dituturkan oleh masyarakat, tetapi tidak ada hasilnya karena itu pemerintah mengeluarkan ide untuk mengatasi masalah bencana banjir di Kota Jakarta yaitu ide jangka pendek dan jangka panjang, adapun ide jangka pendek mulai dari pembersihan aliran sungai, pengolahan limbah, penyingkiran penghambat saluran air, pengerukan, pengadaan pos banjir, pemeliharaan serta perbaikan infrastruktur, berikut kemampuan aparat melalui pelatihan dan studi banding. Selanjutnya diikuti dengan peningkatan kesadaran penduduk, penerapan hukum dan adanya peringatan dini serta sistem bantuan darurat.
Setelah rumusan dari masalah bencana banjir , kami akan mencari solusi tentang masalah Kemacetan Lalu-Lintas yang membuat masyarakat jenuh. Dari ide mantan Gubernur Jakarta yang lalu, mengusulkan untuk memperluas jaringan jalur luar di seputar Jakarta, memperlancar akses debotabekjur, dengan memperluas akses keluar DKI., Misalnya jalur kendaraan luar kota. Hal lain adalah memperbanyak underpass dan flyover di berbagai persimpangan ramai. Anggarannya jelas lebih besar, Pulogadung-Cakung yang cenderung macet, karena dipadati namun manfaatnya jauh lebih besar, karena kemacetan panjang tentu menguras bahan bakar, daya tahan kendaraan.
Masalah yang ketiga adalah tentang Kriminalitas yang ada di Jakarta. Banyak orang yang nekad melakukan tindakan kriminal untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan, sehingga banyak remaj-remaja yang tidak mempunyai pekrjaan atau pengangguran malah menjadi preman di setiap kawasannya, karena itulah banyak warga yang takut akan aksi mereka. Tetapi Kapolres Jakarta tidak tinggal diam dalam mengatasinya dengan membuka Operasi Berantas Jaya di setiap wilayah yang rawan terjadi kejahatan. Mapolres baru juga menggelar berbagai sosialisasi dalam upaya pengamanan lingkungan Jakarta.
Selanjutnya adalah masalah Kehidupan Di Dunia Malam, banyak aparat dan sekelompok organisasi massa tertentu melakukan razia di setiap diskotik-diskotik yang ada di Kota Jakarta, sehingga membuat masyarakat takut datang. Banyak orang mengusulkan sebaiknya dunia hiburan malam yang ada di Jakarta di batasi atau dilarang./ Tetapi ada orang yang bilang besarnya pajak hiburan malam membantu kontribusi PAD ke APBD. Faktor dari hiburan malam adalah meningkatnya ekonomi di kalangan masyarakat tertentu di Kota Jakarta.
Solusi masalah yang kami bahas terakhir adalah tentang masalah Urbanisasi pembangunan kota yang pesat pada setiap akhir tahun. Gagasan Pemerintah Pusat Jakarta merencanakan membangun 10.000 unit rumah susun adalah gagasan baik, namun pembangunannya membutuhkan biaya yang sangat besar. Lahan yang memadai, serta memperhitungkan minat dan kemampuan masyarakat yang ekonominya rendah.
Urbanisasi dengan kaum miskin dan berpenghasilan rendah karena faktor pendidikan, keahlian dan sarana lapangan kerja yang terbatas, membuat kaum urban ini kebanyakian memilih menekuni sektor informal. Mereka menghuni di kawasan kumuh yang berada hampir di semua wiloayah Kota Jakarta, memang kaum migran dan urbanis tidak punya pilihan dalam memperoleh pemukiman fenomena Ibukota Jakarta adalah fenomena Negara Indonesia.

Tujuan Pembangunan Kota Jakarta
-Meningkatkan Taraf Hidup Masyarakat
-Memperluas Lapangan Kerja
-Pemerataan Pendapatan Masyarakat
-Peningkatan Hubungan Ekonomi Regional, Nasional dan Internasional

Menurut Ir. Arip Budiman tujuan Pembangunan ekonomi adalh untuk membangun suatu mekanisme penggunaan sumber daya yang terbatas dengan memanfaatkan se-optimal mungkin mulai dari sumber daya alam, teknologi manusia dan lingkungan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan dan berkelanjutan ke pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang suatu perekonomian melalui mekanisme ekonomi, sosial, politik dan kelembagaan, baik swasta maupun publik agar memperoleh taraf hidup.

Ciri-ciri Pembangunan Kota Jakarta
-Mengalami kenaikan GNP atau Income perkapita yang disertai dengan pemerataannya.
-Mengalami perubahan struktur dalam ekonomi, misalnya dari tradisional menjadi modern
-Adanya peningkatan kesejahteraan masyarakat secara merata, rendahnya kesenjangan antara kelompok kaya dengan kelompok miskin.
-Adanya penemuan baru dan pengembangan IPTEK

Menurut Tjokroamijojo ciri-ciri Pembanguan Ekonomi Jakarta adalah Suatu perencanaan pembangunan atau usaha yang dicerminkan dalam rencana untuk mencapai pembangunan ekonomi yang tetap dan usaha mengadakan perubahan ekonomi agraris menuju struktur industri yang berada di Kota Jakrta, serta upaya membangun secara bertahap dengan didasarkan kemampuan sendiri atau nasional dan usaha terus menerus menjaga stabilitas Ekonomi Kota Jakarta.

Faktor-faktor Pembangunan Kota Jakarta
Proses penentuan strategi pembangunan dilakukan dengan menganalisis isu-isu yang berkembang secara sistematis, dengan jalan melakukan identifikasi dengan berbagai faktor-faktor dalam lingkungan internal maupun eksternal.

A. Faktor-faktor lingkungan internal
, meliputi :
-Sebagai Ibukota Propinsi
-Tersedianya infrastruktur sosial ekonomi
-Letak geografis yang sangat strategis
-Struktur ekonomi
-Kualitas sumber daya manusia di bidang Industri dan Jasa

B. Faktor-faktor lingkungan eksternal terhadap pembangunan Ekonomi di Ibukota:
-Aksesbilitas Kota yang terbuka untuk Interkoneksitas regional, nasional dan internasional
-Posisi Kota sebagai salah satu pusat perdagangan dan jasa
-Perdagangan bebas dan perubahan prilaku sosial dan tatanan nilai
-Pengembangan Perekonomian
-Persaingan yang tinggi di pasar global
-Transportasi

C. Faktor Potensial yang selama ini dipercaya dapat mempercepat pembangunan
dan pemulihan Ekonomi Kota Jakarta,
yaitu :
-Peningkatan Konsumsi Masyarakat
-Perluasan Ekspor.
-Peningkatan Investasi.
-Stimulus fikal/kebijakan APBN/APBD
-Pengembangan Kualitas SDM

D. Faktor Pembangunan secara umum, yaitu :
-Sumber daya alam.
-Sumber daya manusia
-Modal
-Wirausaha
-Luas pasar

Masalah Pembangunan Ekonomi Kota Jakarta

MASALAH PEMBANGUNAN EKONOMI
KOTA JAKARTA

Latar Belakang Kota Jakarta
Kota Jakarta sekarang merupakan daerah khusus Ibukota Negara Indonesia, yang terdiri atas lima wilayah kotamadya, yaitu Jakarta timur, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Utara dan Jakarta Pusat. Setiap wilayah ini mempunyai batas pemisah, tetapi sekarang sudah tidak tampak jelas lagi, karena wilayah-wilayah tersebut banyak yang berhubungan dengan bangunan-bangunan yang sering bermunculan, dan di karenakan adanya perubahan tata Kota Jakarta.
Lebih dari empat abad lamanya arus pendatang Jakarta terus mengalir, bahkan sampai sekarang pun tampak semakin deras. Pada awal pertumbuhannya, Kota Jakarta dihuni oleh masyarakat dari Sunda, Jawa, Melayu, Maluku, dan beberapa suku lainnya, antara lain dari suku Bangsa Cina, Portugis, Belanda, Arab, dan India. Mereka masuk bersama-sama dengan beragam-ragam adat tradisi dari setiap suku atau bangsa tersebut. Kota Jakarta sekarang telah berusia 482 tahun, tetapi masih mengalami berbagai macam masalah, terutama menyangkut infrastruktur masyarakat yang setiap tahun jumlahnya makin meningkat, akibat dari itu masalah-masalah di Kota Jakarta makin meningkat,antara lain dari masalah Banjir, Kemacetan Lalu-lintas, Air bersih, sampah yang sering berkeliaran dan Lapangan Pekerjaan, ini semua disebabkan karena kurangnya kerja sama antara Pemerintah dengan masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan di Kota Jakarta.
Kembali ke masalah banjir, kenapa setiap tahun masalah banjir yang terjadi di Kota Jakarta bukannya menurun, tetapi malah cenderung meluas?. Masalah ini tentu terkait dengan berkurangnya daerah resapan air dan rusaknya kawasan hulu. Banyak hal yang dapat dicatat mengenai perkembangan terhadap Kota Jakarta. Sejak masa penjajahan dengan jumlah penduduk yang masih berjumlah ratusan ribu hingga sekarang sekitar 10 juta penduduk, hal ini dikarenakan Kota Jakarta masih menjadi dambaan para pencari kerja dari berbagai daerah.
Gemerlapnya Ibukota Jakarta mempunyai beragam fungsi, baik sebagai Ibukota Perdagangan, Kota Pariwisata, Pusat Keramaian dan Hiburan,.serta sebagai Kota Internasional yang menjadi daya tarik tersendiri. Kota Jakarta mempunyai luas sekitar 640 Km persegi dan berguna bagi masyarakat yang berasal dari pelosok persada untuk mencari nafkah dan bagi masyarakat baru yang mempunyai masalah pelik yang harus segera diatasi oleh Pemerintah Propinsi DKI.
Pengertian dan Masalah Pembangunan Kota Jakarta
Kita juga enggan belajar dari sejarah tata kota Batavia yang sudah menyusun Master Plan dengan sistem analisa, serta arah pembangunan yang “bersahabat” dengan air. Kota Jakarta dilanda bencana banjir adalah cerita lama yang selalu baru. Apa penyebab bencana banjir juga selalu dijawab dengan nada lama yaitu kekurangan biaya atau masyarakat kota yang sering membuang sampah sembarangan, penyempitan alur sungai, urbanisasi, banjir kiriman dan seterusnya. Bencana banjir di Kota Jakarta disebabkan kombinasi dari beberapa faktor yang titik beratnya terletak pada pihak eksekutif yang kurang tegas dan tanpa perhitungan. Daerah Kota Jakarta yang relatif lebih rendah dari daerah Kuningan tidak mengalami genangan hebat jika dibandingkan dengan daerah Setia Budi yang airnya bertahan sampai 5 hari.
Di koran, Jakarta terbaca keterangan dari Badan Metereologi dan Geofisika, bahwa banjir bulan januari tahun 1977 merupakan banjir terbesar sejak tahun 1892, tetapi bukan merupakan curah hujan yang terbesar selama ini. Kalau demikian, kenapa banjirnya terbesar sedangkan curah hujannya kecil ? Apa karena berbeda dengan keadaan sebelumnya, bencana banjir kali ini tidak begitu dipengaruhi oleh bencana banjir kiriman dari sekeliling Jakarta. Secara logis dapat disebut bahwa bencana banjir di Jakarta, akibat dari sejumlah air yang tidak dapat di tampung oleh got dan saluran lantas malah meluber.
Setelah masalah banjir, sekarang kami akan menguraikan tentang masalah Kemacetan Lalu Lintas yang terjadi di Kota Jakarta. Masalah ini tampaknya kecil, namun berisiko buruk, seperti terganggunya sejumlah Traffic Light di berbagai simpul jalan yang padat, sehingga menciptakan kemacetan panjang. Petugas Pusat Manajemen Lalu Lintas awal juli mengungkapkan dalam waktu sebulan 50 lampu lalu lintas di Ibukota rusak dengan berbagai macam sebab. Bisa dibayangkan ancaman kemacetan akan menjadi kronis dan berlanjut, karena simpul-simpul Traffic Light Jakarta sering terganggu dan belum ada isyarat diperbaiki atau diganti dengan yang baru. Media massa terbitan Jakarta pernah memberitakan kemacetan di akibatkan oleh gangguan lampu lalu lintas yang terjadi di beberapa wilayah Ibukota.
Masalah selanjutnya yaitu tentang “ Aksi Kriminal / Kejahatan”. Di Kota Jakarta banyak masyarakat yang nekad melakukannya, sehingga Polda Metro Jaya sampai melakukan Operasi penindakan Kriminalisme dengan sasaran utama, antara lain lokasi kumuh di bawah jembatan, sekitar stasiun Kereta Api, Terminal Bus / Angkutan umum, seputar pusat pembelanjaan dan lokasi hiburan di wilayah JaBoDeTaBek. Pimpinan Polda Metro Jaya mengatakan, target penyelesaian aksi kriminalisme dikhawatirkan menjadi sarang kejahatan, jika pemberntasannya tidak dituntaskan sampai ke akar-akarnya. Kapolda dalam berbagai kesempatan terus menyemangati anggotanya terutama Kapolres, agar jangan segan memberantasnya, soalnya aksi meresahkan itu menjadi tindak kejahatan, sehingga diharapkan penyelesaiannya tidak setengah-setengah.
Selain itu ada masalah yang sering terjadi di malam hari, yaitu masalah tentang “Kehidupan di Dunia Malam”. Ini adalah masalah yang paling cepat ditasi bagi setiap orang tua yang mempunyai anak masih remaja, terutama bagi kaun wanita. Saat tengah malam telah berlalu , jarum jam menunjukkan pukul 01.30 dini hari. Suara musik mengentak-entak, mengalunkan nada-nada House Musik hampir tak satu pun pengunjung yang berdiam diri. Ada yang menggandeng pasangannya, berpelukaan sambil bergoyang-goyang mengikuti irama musik di bawah gemerlap lampu warna-warni. Sudut ruangan yang agak remang, bahkan bisa dikatakan gelap dan berkabut, asap rokok berbagai merek mengepul, sejulmlah pasangan cowok-cewek terlihat asik bermesraan.
Mereka berpelukan, berciuman, saling merengkuh dan tak peduli dengan orang-orang yang ada di sekitarnya. Itukah situasi dan kondisi di sebuah diskotek . Pemandangan seperti ini mungkin sudah menjadi klasik bagi orang yang berkeliaran di diskotek yang bertebaran di sejumlah kawasan Ibukota Jakrta terutama pada malam hari akhir pekan. Diskotek hanya satu dari sekian banyak wahana mencari dan mengumbar kesenangan. Masih banyak tempat dan bentuk hioburan malam, yang bisa dinikmati di Kota Jakarta, mulai dari kafe, tempat karokean, hingga panti pijat. Kemajuan pembangunan Kota Jakarta secara langsung maupun tidak langsung berimbas pada pesatnya, pertumbuhan dunia hiburan malam.
Denyut kehidupan malam semakin marak dan variatif, tak hanya itu kalau dulu denyut nadi kehidupan malam hanya ada di seputar kawasan Kota.Maka dari itu banyak hiburan malam yang pelanyanannya bervariasi dan membuat masyarakat simpati, khusus pada kaum muda, ABG dan para kalangan patriat serta kaum muda yang tinggal di kawasan wilayah yang banyak hiburan malam. Sementara, untuk remaja perempuan dan laki-laki, dari keempat masalah yang kami uraikan tersebut masih ada stu masalah lagi yang ingin kami uraikan, yaitu masalah tentang “Urbanisasi dan Kemiskinan yang terjadi di Kota Jakarta” Ada pernyataan menarik yang menyebutkan, setengah dari 10 juta penduduk Jakarta tergolong miskin atau ekonominya rendah. Sebernarnya yang dimaksud adalah 30% sampai 40% dari dari 650 km wilayah Kota Jakarta termasuk wilayah kumuh. Pemukiman kumuh yang identik dengan kemiskinan, sebagian berada di wilayah Jakarta Utara. Di antara kantong-kantong kumuh seperti di Jakarta Utara dan di Jakarta Barat dan umumnya di kawasan pantai atau pantura Jakarta Raya. Jakarta termasuk metropolis ASIA yang mengusung kemiskinan terbesar di ASIA , setelah Tri Bono, Bob Gedolfdan Jeffrey Sachs yang memperjuangkan penghapuasan kemiskinan di Afrika .
Kemiskinan Asia, Khususnya Kota Jakarta pernah diajukan dalam pertemuan APEC-ASIA Pacific Economic Cooperation di Busan untuk menjadi agenda pembicaraan utama. Tuan rumah Presiden Korsel Roh Moo Hyun sendiri yang berinisiatif mengajukan ppemberantasan kemiskinan sebagai agenda utama APEC 2005. Inilah penyebab mengapa angka pertumbuhan penduduk begitu tinggi, sementara fasilitas pemukiman dan penyediaan lapangan kerja tidak berimbang atau terbatas, dibandingkan dengan jumlah pencari kerja. Kalangan miskin di Ibukota adalah besar karena terjadinya tindakan polisional, yakni Tramtib menggusur, mengusir dan mengosongkan lahan-lahan tersebut, padahal seharusnya sejak awal pemerintah bertindak tegas ketika terjadi penyerobotan.

Senin, 12 Oktober 2009

Ekonomi koperasi 2

Definisi perkoperasian menurut UUD No.25 tahun 1992 pasal 5 adalah:
Keanggotaan bersifat sukarela & terbuka,

karena anggota dari koperasi selalu memenuhi kepentingan kelompok masyarakat yang menjadi anggotanya, dari proses produksi dan konsumsi terutama di pedesaan dicita-citakan pelaksanaanya oleh Koperasi,anggotanya secara sukarela menyumbang apapun untuk simpanan sukarela pada koperasi
Pengelolaan dilakukan secara demokrasi,
pendemokrasian masyarakat berlaku "satu anggota satu suara "tidak ditentukan oleh beda modal atau kekuasaan ekonomi dan untuk berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang merupakan usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi
Pembagian SHU dilakukan secara adil sesuai dengan besarnya, definisi dari SHU adalah SHU merupakan pendapan koperasi yang diperoleh dalam satu tahun buku dikurangi biaya,penyusutan dan kewajiban tarmasuk pajak .
SHU setelah dikurangi dengan dana cadangan dibagikan kepada anggota sebanding jasa usaha yang dilakukan oleh masing-masing anggota koperasi serta digunakan untuk keperluan koperasi sesuai dengan keputusan rapat anggota.
Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal adalah untuk mengimbangi antara badan usaha negara dan swasta, mereka yang lemah bersatu dalam koperasi untuk bersaing dengan badan usaha lainnya
Kemandirian definisinya adalah agar memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatandan ketahanan perekonomian nasional dengan koperasi sebagai sokogurunya
pendidikan Perkoperasian berperan penting untuk melahirkan kesadaran dan kerja sama kelompok ,perencanaan kelompok serta kegiatan kelimpok. selain itu turut merombak sistem nilai masyarakat ke jurusan kebersamaan, tidak individualistis, tidal komunalis, tetapi keseimbangan, keserasian antara kepentingan antara kepentingan individu dan kepentingan bersama.
Kerja sama antar koperasi adalah koperasi dikendalikan secara bersama-sama oleh seluruh anggotanya, dimana setiap anggota memiliki hak yang sama, bukan persaingan tetapi saling menguntungkan



Akhbar Jiwandono (21208457)
I Ketut Erlangga (20208601)

Senin, 05 Oktober 2009

KOPERASI

Saya mengenal Koperasi saat saya masih duduk di sekolah dasar, sebenarnya saya kurang tahu tentang koperasi terutama dari segi nilai gunanya,pelayanannya dan tugas-tugas dari anggota koperasi. Saya mengenal koperasi sebagai Toko serba-guna. Ketika saya telusuri lebih dalam lagi tentang koperasi, ternyata koperasi mempunyai manfaat yang sangat besar bagi saya dan teman-teman saya.
Saya mempunyai pengalaman yang sangat besar tentang Koperasi yang sangat susah dilupakan. karena manfaat koperasi itu banyak mulai dari menjual berbagai macam-macam keperluan sekolah antara lain seperti buku, alat tulis,foto copy'an, baju-baju seragam dan perlengkapan-perlengkapan yang dibutuhkan untuk siswa-siswa di sekolah saya, selain itu koperasi juga bisa diandalkan sebagai simpan pinjam seperti simpanan pokok, simpanan wajib,dll
Pengalaman saya terhadap koperasi, yaitu saat saya duduk dibangku SMA, ketika saya mengikuti ujian nasional, saya lupa membawa alat tulis dan saya sempat panik, karena waktu ujian saya tidak banyak dan saya disarankan oleh guru saya untuk meminjam alat tulis di koperasi, semenjak itu saya selalu ingat tentang nilai guna dan manfaat dari koperasi di sekolah saya.