Minggu, 11 April 2010

TUGAS DISKUSI

1. Perbedaan perekonomian tertutup dan terbuka :
• Dalam perekonomian tertutup, dalam jangka pendek, penggangguran dan inflasi merupakan masalah ekonomi yang perlu dihadapi dan diatasi dalam system pasar bebas kedua masalah ini tidak dapat denga sendirinya diatasi.
• Dalam perekonomian terbuka, lebih rumit dari pada maalah yang dihadapi oleh perekonomian tertutup. Dalam jangka pendek perekonomian tertutup hanya perlu menghadapi masalah pengangguran dan inflasi. Dalam perekonomian terbuka disamping masalah penggangguran dan inflasi harus pula dihadapi kemungkinan berlakunya ketidakseimbangan dalam neraca pembayaran dan ketidakstabilan. Apabila neraca pembayaran dalam keadaan deficit dan valas meningkat nilainya, masalah sector luar negeri ini akan dapat memperburuk masalah inflasi dan penggangguran.

2. antara 2 Negara akan terjadi perdagangan antara ke-2 Negara tersebut yang disebut, Expor dan ImPor.

3. Expor dan impor terjadi ketika suatu Negara tidak dapat menghasilkan semua barang-barang yang dibutuhkan. Misalnya, Negara-negara maju memerlukan karet alam tetapi barang tersebut tidak dihasilkan di Negara-negara mereka. Maka terpaksa mereka mengimpor barang-barang tersebut dari Negara-negara di Asia tenggara terutama Indonesia. Sebaliknya pula Negara-negara di asia tenggara belum dapat memproduksikan sendiri beberapa hasil industri modern seperti kapal terbang, kapal pengangkut minyak dan msin-mesin industri maka Negara-negara itu harus mengimpor barang-barang tersebut dari Negara maju.

4. Net export : adalah export bersih yang di mana output nasional dikurangi pengeluaran domestic.

Neraca Perdagangan : Neraca yang menunjukan perbedaan antara export dan impor dari perdagangan tampak yaitu perdagangan dalam barang-barang tampak.

5.
1. Neraca perdagangan yang “deficit”
G + W + R > Tx
G + W + R >Tx + B
G + W + R >Tx + B +F

2. Neraca perdagangan yang “defisit”
G + W + R < Tx
G + W + R < Tx + B
G + W + R < Tx + B + F

3. Neraca perdagangan yang “berimbang”
G + W + R = Tx
G + W + R = Tx + B
G + W + R = Tx + B + F

6. Faktor-faktornya :
1. output nasional
2. Pengeluaran domestic

7. Net Foreign Investment :
jumlah tabungan nasional ( S dimana S = Y- C- G) di kurangi jumlah investasi (I) di suatu Negara. Atau total pinjaman luar negeri di kurangi dengan total pinjaman yang diterima masyarakat dari luar negeri.

8. Variabel terpenting :
a. jumlah tabungan nasioanal
b. jumlah investasinya

9. Hubungannya, jadi investasi asing bersih mencerminkan arus dana internasional untuk menandai akumulasi modal dan dalam negeri.

10. contoh tabel model susunan GDP dengan sector luar negeri
Perbandingan per kapita GDP dan Per Kapita PPP (Dalam Dolar US)

Negara Pendapatan Perkapita
GDP PPP
Negara-negara berkembang
a. China 890 4260
b. India 460 2530
c. Indonesia 680 2940
d. Filipina 1050 4360
e. Thailand 1960 6550
f. Malaysia 3640 8340
g. Pakistan 420 1920
h. Saudi arabia 7230 11390
i. Mexico 5540 8770
j. Brazil 3060 7450

Negara-negara Maju
a. Amerika serikat 34870 34870
b. Perancis 22690 25280
c. Australia 19770 25780
d. Jerman 23700 25530
f. United Kingdom 24230 24260

i Data tersebut didasarkan kepada harga-harga yang berlaku di AS. Oleh sebab itu di AS per kapita GDP = per kapita PPP.
ii Di Negara-negara maju pendapatan per kapita PPP hamper sama nilainya dengan pendapatan per kapita GDP
iii Di Negara berkembang per kapita PPP jauh lebih tinggi dari per kapita GDP. Sebagai akibatnya dengan menggunakan per kapita PPP jurang, kemakmuran diantara Negara berkembang dan Negara maju tidaklah sebesar seperti ditunjukan oleh perbedaan per kapita GDP

11. Nilai tukar nominal adalah harga relative mata uang dua Negara
Nilai tukar riil adalah harga related barang-barang di kedua Negara (term of trade)

12. Pada dasarnya purchasing power parity ditunjukan untuk menemukan penyusutan perubahan nilai tukar mata uang, atau cara untuk meramalkan kurs keseimbangan, jika suatu Negara mengalami ketidakseimbangan neraca pembayaran.

13. Implikasinya, bahwa kenaikan tingkat harga domestic mencerminkan adanya penurunan daya beli mata uang domestic. Penurunan daya beli mata uang penurunan daya beli mata uang domestic, penurunan daya beli mata uang tsb akan di ikuti dengan depresi mata uangnya. Demikian pula sebaliknya.